Tahun ini insya Allah Idul Adha akan jatuh pada tanggal 6 Nopember 2011. Hal ini sudah di sepakati pada sidang istbat dan kesepekatan dua ormas terbesar di Indonesia. Pemerintah Saudi pun sudah mengumumkan pelaksanaan Wukup jatuh pada hari sabtu 9 Dzulhijjah 1432 H/ 5 Nopember 2011.
Bulan Dzulhijjah atau
Rabu, 02 November 2011
Rabu, 03 Agustus 2011
Pengasuhan Anak
5
May
Mana Model Pengasuhan Sementara yang Cocok untuk Ibu Bekerja ?
Posted by Sandra M.,MPsi,Psikolog
Dunia ini memang sudah sangat berubah, jika dibandingkan dengan keadaan 15 tahun yang lalu. Peran pencari nafkah saat ini, tidak lagi diemban oleh ayah seorang saja. Ibu pun sudah harus ikut turun gunung agar asap dapur tetap mengepul dan gaya hidup bisa terakomodasi. Penghasilan dari 1 pintu saja, tidak cukup untuk digunakan di jaman sekarang.
Konsekuensi dari perubahan ini paling berdampak pada kehidupan anak. Anak tidak lagi sering bertemu dengan ayah ibunya. Ia lebih sering bergaul dengan pengasuh, nanny, ataupun baby sitternya dibandingkan dengan kita. Bahkan tak jarang, pertemuan keluarga inti yang lengkap, hanya bisa dilakukan di hari sabtu minggu. Itupun jika tidak ada perjanjian bisnis mendadak atau panggilan bos di hari libur. Ironis bukan ?
Ya…. Ada sisi baiknya sich dari perubahan fenomena ini yaitu munculnya lapangan kerja baru bagi para pengasuh anak. Jadi tidak perlu ke luar negeri menjadi TKI/TKW, cukup di dalam negeri mengasuh (dan kalau bisa mendidik) anak bangsa penentu masa depan negara ini. Atau munculnya Rumah Anak/Tempat Penitipan Anak.
Nah… permasalahan yang sering muncul dalam pengasuhan modern ini adalah memilih pengasuh yang cocok dan top ! Ketepatan dalam memilih pengasuh akan sangat membantu anak mengembangkan dirinya agar berkembang optimal. Kesalahan memilih pengasuh, tentu saja akan berdampak pada masa depan anak.
Contoh nyata (dan memang benaran terjadi !) mengenai kesalahan dalam memilih pengasuh terjadi pada Raja Inggris, George VI, ayah dari ratu Elizabeth II sekarang. “Lo kok bisa ? itu kan raja. Bisa juga ya salah memilih pengasuh.”
Yup. Nanny (panggilan pengasuh di Inggris) yang dipilih untuk mengasuh Raja George VI bukan nanny yang peduli ataupun berkarakter nurturing. Ia bertipe nanny yang keras dan tidak memahami kebutuhan anak. Akibat dari kesalahan dalam memperlakukan George kecil, George tumbuh dewasa dengan mengidap penyakit stutering/gagap. Gangguan bicara ini harus diidap oleh George hingga ia dewasa bahkan ketika ia dilantik menjadi raja. Demikian dahsyatnya kesalahan pengasuhan di masa kecil yang berdampak pada keseluruhan hidup seorang anak.
Pada dasarnya, pengasuh dan anak merupakan 2 hal yang tidak dapat dipisahkan. Karena keterbatasan seorang anak maka ia membutuhkan orang dewasa untuk mendampinginya sebelum ia menginjak dunia dewasa itu sendiri. Siapapun pengasuhnya, bisa anda sendiri sebagai orangtua maupun seseorang profesional yang anda bayar karena anda tidak memiliki waktu untuk mengasuh, anda perlu cermat dalam mengenali karakteristik yang sesuai.
Anak dan pengasuhnya itu dapat diibaratkan penari balet berpasangan yang biasa disebut pas de deux. Penari wanita dapat menari dengan bebas, melompat kesana kemari dan berputar ke kanan kiri, hal ini karena kerjasama yang jempolan dengan penari prianya. Coba anda bayangkan jika penari pria tidak memiliki karakter penari balet yang baik yaitu kemampuan menari, kemampuan untuk membaca timing (waktu) kapan si penari wanita akan meloncat, dan kemampuan fisik untuk mengangkat tubuh si penari wanita. tentu penari wanita akan mengalami kesulitan untuk mengekspresikan tariannya.
Pengasuh itu sama seperti penari pria, ia harus mampu menopang penari wanita tapi juga perlu menjaga keharmonisan gerakannya agar dapat memperindah tarian itu.
Jadi… pengasuh seperti apa yang akan Anda pilih untuk menemani buah hati Anda sepanjang hari ?
Saat ini, pilihan pengasuh sudah beragam. Kita bisa memilih memasukkan anak di sebuah Tempat Penitipan Anak (TPA), membayar nanny profesional, baby sitter part time, atau pembantu rumah tangga.
Rumah Anak
Dalam artikel ini, saya lebih sreg menggunakan istilah Rumah Anak dibandingkan dengan Tempat Penitipan Anak karena penggunaan kata titip berkesan seperti barang.
Jadi poin utama untuk memilih RA yang baik adalah apakah mereka memperlakukan anak-anak disana sebagai seorang individu atau sebagai barang yang sekedar dititipkan. Cari tahu mengenai masalah ini dengan melihat program yang ditawarkan oleh mereka. Jangan tergiur dengan fasilitas yang disediakan karena fasilitas tidak menjamin perlakuan terhadap anak.
Anak-anak itu sangat sederhana (kalau memang tidak dibiasakan bermain dengan barang elektronik). Mainan apapun bisa menjadi mainan bagi mereka. Bahkan bawang merah ataupun peralatan dapur sudah bisa menjadi mainan bagi anak usia toddler (1.5-3 tahun).
Perlakuan apa yang perlu kita cek ?
Karakter pengasuh/nanny : ramahkah ia ? Strategi apa yang telah ia siapkan untuk menghadapi perilaku rewel anak ?
Person in charge/penanggung jawab tempat
Program kegiatan harian anak.
Kebersihan tempat.
Penanganan emergency
Keunggulan dari RA ini adalah adanya sistem pengawasan dari Penanggung jawab sehingga kesalahan bisa segera dibetulkan. Anak pun bisa enjoy karena banyak teman dan permainan.
Nanny Profesional vs Baby Sitter Part Time
Di Indonesia terjadi kesalahan penggunaan istilah pengasuh ini. Istilah baby sitter lebih banyak digunakan untuk menjelaskan pengasuh yang seharian menjaga dan merawat anak. Padahal pada kenyataannya, istilah yang tepat untuk pengasuh, penjaga dan perawat anak yang bertanggung jawab pada kegiatan sehari-hari anak adalah nanny. Sedangkan baby sitter merupakan pengasuh anak yang hanya bekerja menjaga dan merawat anak beberapa jam sehari sesuai perjanjian dan kebutuhan. Karena bertugas menjaga hanya beberapa jam, biasanya bisa menggunakan tenaga remaja ataupun mahasiswi.
Untuk nanny, biasanya telah memiliki bekal keterampilan mengasuh anak. Yang kurang dicermati adalah kesehatan, karakter dan pola pikir dari nanny. 2 hal ini biasanya luput dari perhatian orangtua ketika menscrening seorang nanny.
Kesehatan disini menyangkut kesehatan fisik dan kesehatan mental. Pengetahuannya mengenai kebersihan anak, kesehatan anak dan kemampuannya untuk menjaga kebersihan anak, peralatan yang digunakan anak dan lingkungan tinggal anak.
Karakter yang sebaiknya dimiliki oleh seorang nanny adalah ceria, sabar dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan anak.
Pola pikir yang perlu dimiliki oleh seorang nanny adalah kemauannya untuk belajar hal baru dan beradaptasi dengan aturan baru. Karena setiap rumah pasti memiliki aturan dan cara memperlakukan anak berbeda-beda.
Selain itu, pola pikir yang perlu dicek dari si nanny adalah apa definisi seorang anak bagi si nanny. Apakah hanya sekedar seorang anak yang perlu diperhatikan kebersihannya saja ? ataukah sekedar seorang manusia yang perlu diperhatikan kesehatan dan perlu diberikan stimulasi kecerdasan ?
Nilai nilai hidup yang dianut oleh si Nanny juga perlu dicek oleh kita. Jika nanny memiliki nilai hidup : hidup ini harus dinikmati, tidak perlu lah terlalu keras bekerja, nanti bisa stres. Jika ia memiliki nilai hidup seperti ini maukah anda memintanya menjaga si kecil ?
Di RA, screening ini juga perlu kita lakukan untuk melihat apakah karakter pengasuh yang disediakan oleh RA cocok dan sejalan dengan nilai-nilai hidup kita.
Pembantu Rumah Tangga
Mempekerjakan pembantu rumah tangga untuk mengurus rumah sekaligus menjaga anak kita memiliki keuntungan sekaligus kerugian.
Keuntungan yang bisa kita peroleh adalah harga murah yang kita bayar untuk 2 pekerjaan sekaligus. Keuntungan kedua adalah jika kita mendapatkan PRT yang jempolan, bagus dalam proses berpikirnya maka anakpun akan ketularan kecerdasannya. Bagaimana jika tidak ?
Kerugiannya adalah biasanya fokus perhatian yang terpecah bisa menyebabkan PRT menggunakan cara menakut-nakuti anak agar anak mau dan menurut kepadanya sehingga PRT pun bisa mengerjakan tugas RT.
Cara mana yang paling benar ?
Tidak ada yang paling benar dalam memilihkan pengasuh yang paling cocok dengan kita. Yang ada adalah mencari model pengasuh yang tepat dengan karakter anak, karakter kita, dan situasi kita. Pilihan ada di tangan kita. Karena pengasuhan paling ideal adalah diasuh oleh ayah ibu sendiri. Nanny ataupun RA hanya lah sekedar alat untuk membantu kita. Jadi pilihlah alat yang cocok dan sesuai dengan anak dan diri Anda.
Alat bantu untuk sreening yang populer saat ini adalah graphologi, deteksi karakter manusia melalui tulisan tangannya. Ada karakter tulisan tangan tertentu yang sebaiknya dihindari ketika mempekerjakan seorang pengasuh. Untuk saat ini, Graphologi adalah cara deteksi yang paling mudah dan sudah terbukti keakuratannya dalam pekerjaan saya mendeteksi pengasuh.
Semoga apa yang sudah dijelaskan sejauh ini bermanfaat bagi Anda. Tolong beri komentar atau feedback di bawah ini, pendapat Anda tentang artikel ini dan apakah Anda ingin mendapatkan artikel lebih lanjut ttg topik ini atau topik lainnya.
Salam Hangat Penuh Cinta
May
Mana Model Pengasuhan Sementara yang Cocok untuk Ibu Bekerja ?
Posted by Sandra M.,MPsi,Psikolog
Dunia ini memang sudah sangat berubah, jika dibandingkan dengan keadaan 15 tahun yang lalu. Peran pencari nafkah saat ini, tidak lagi diemban oleh ayah seorang saja. Ibu pun sudah harus ikut turun gunung agar asap dapur tetap mengepul dan gaya hidup bisa terakomodasi. Penghasilan dari 1 pintu saja, tidak cukup untuk digunakan di jaman sekarang.
Konsekuensi dari perubahan ini paling berdampak pada kehidupan anak. Anak tidak lagi sering bertemu dengan ayah ibunya. Ia lebih sering bergaul dengan pengasuh, nanny, ataupun baby sitternya dibandingkan dengan kita. Bahkan tak jarang, pertemuan keluarga inti yang lengkap, hanya bisa dilakukan di hari sabtu minggu. Itupun jika tidak ada perjanjian bisnis mendadak atau panggilan bos di hari libur. Ironis bukan ?
Ya…. Ada sisi baiknya sich dari perubahan fenomena ini yaitu munculnya lapangan kerja baru bagi para pengasuh anak. Jadi tidak perlu ke luar negeri menjadi TKI/TKW, cukup di dalam negeri mengasuh (dan kalau bisa mendidik) anak bangsa penentu masa depan negara ini. Atau munculnya Rumah Anak/Tempat Penitipan Anak.
Nah… permasalahan yang sering muncul dalam pengasuhan modern ini adalah memilih pengasuh yang cocok dan top ! Ketepatan dalam memilih pengasuh akan sangat membantu anak mengembangkan dirinya agar berkembang optimal. Kesalahan memilih pengasuh, tentu saja akan berdampak pada masa depan anak.
Contoh nyata (dan memang benaran terjadi !) mengenai kesalahan dalam memilih pengasuh terjadi pada Raja Inggris, George VI, ayah dari ratu Elizabeth II sekarang. “Lo kok bisa ? itu kan raja. Bisa juga ya salah memilih pengasuh.”
Yup. Nanny (panggilan pengasuh di Inggris) yang dipilih untuk mengasuh Raja George VI bukan nanny yang peduli ataupun berkarakter nurturing. Ia bertipe nanny yang keras dan tidak memahami kebutuhan anak. Akibat dari kesalahan dalam memperlakukan George kecil, George tumbuh dewasa dengan mengidap penyakit stutering/gagap. Gangguan bicara ini harus diidap oleh George hingga ia dewasa bahkan ketika ia dilantik menjadi raja. Demikian dahsyatnya kesalahan pengasuhan di masa kecil yang berdampak pada keseluruhan hidup seorang anak.
Pada dasarnya, pengasuh dan anak merupakan 2 hal yang tidak dapat dipisahkan. Karena keterbatasan seorang anak maka ia membutuhkan orang dewasa untuk mendampinginya sebelum ia menginjak dunia dewasa itu sendiri. Siapapun pengasuhnya, bisa anda sendiri sebagai orangtua maupun seseorang profesional yang anda bayar karena anda tidak memiliki waktu untuk mengasuh, anda perlu cermat dalam mengenali karakteristik yang sesuai.
Anak dan pengasuhnya itu dapat diibaratkan penari balet berpasangan yang biasa disebut pas de deux. Penari wanita dapat menari dengan bebas, melompat kesana kemari dan berputar ke kanan kiri, hal ini karena kerjasama yang jempolan dengan penari prianya. Coba anda bayangkan jika penari pria tidak memiliki karakter penari balet yang baik yaitu kemampuan menari, kemampuan untuk membaca timing (waktu) kapan si penari wanita akan meloncat, dan kemampuan fisik untuk mengangkat tubuh si penari wanita. tentu penari wanita akan mengalami kesulitan untuk mengekspresikan tariannya.
Pengasuh itu sama seperti penari pria, ia harus mampu menopang penari wanita tapi juga perlu menjaga keharmonisan gerakannya agar dapat memperindah tarian itu.
Jadi… pengasuh seperti apa yang akan Anda pilih untuk menemani buah hati Anda sepanjang hari ?
Saat ini, pilihan pengasuh sudah beragam. Kita bisa memilih memasukkan anak di sebuah Tempat Penitipan Anak (TPA), membayar nanny profesional, baby sitter part time, atau pembantu rumah tangga.
Rumah Anak
Dalam artikel ini, saya lebih sreg menggunakan istilah Rumah Anak dibandingkan dengan Tempat Penitipan Anak karena penggunaan kata titip berkesan seperti barang.
Jadi poin utama untuk memilih RA yang baik adalah apakah mereka memperlakukan anak-anak disana sebagai seorang individu atau sebagai barang yang sekedar dititipkan. Cari tahu mengenai masalah ini dengan melihat program yang ditawarkan oleh mereka. Jangan tergiur dengan fasilitas yang disediakan karena fasilitas tidak menjamin perlakuan terhadap anak.
Anak-anak itu sangat sederhana (kalau memang tidak dibiasakan bermain dengan barang elektronik). Mainan apapun bisa menjadi mainan bagi mereka. Bahkan bawang merah ataupun peralatan dapur sudah bisa menjadi mainan bagi anak usia toddler (1.5-3 tahun).
Perlakuan apa yang perlu kita cek ?
Karakter pengasuh/nanny : ramahkah ia ? Strategi apa yang telah ia siapkan untuk menghadapi perilaku rewel anak ?
Person in charge/penanggung jawab tempat
Program kegiatan harian anak.
Kebersihan tempat.
Penanganan emergency
Keunggulan dari RA ini adalah adanya sistem pengawasan dari Penanggung jawab sehingga kesalahan bisa segera dibetulkan. Anak pun bisa enjoy karena banyak teman dan permainan.
Nanny Profesional vs Baby Sitter Part Time
Di Indonesia terjadi kesalahan penggunaan istilah pengasuh ini. Istilah baby sitter lebih banyak digunakan untuk menjelaskan pengasuh yang seharian menjaga dan merawat anak. Padahal pada kenyataannya, istilah yang tepat untuk pengasuh, penjaga dan perawat anak yang bertanggung jawab pada kegiatan sehari-hari anak adalah nanny. Sedangkan baby sitter merupakan pengasuh anak yang hanya bekerja menjaga dan merawat anak beberapa jam sehari sesuai perjanjian dan kebutuhan. Karena bertugas menjaga hanya beberapa jam, biasanya bisa menggunakan tenaga remaja ataupun mahasiswi.
Untuk nanny, biasanya telah memiliki bekal keterampilan mengasuh anak. Yang kurang dicermati adalah kesehatan, karakter dan pola pikir dari nanny. 2 hal ini biasanya luput dari perhatian orangtua ketika menscrening seorang nanny.
Kesehatan disini menyangkut kesehatan fisik dan kesehatan mental. Pengetahuannya mengenai kebersihan anak, kesehatan anak dan kemampuannya untuk menjaga kebersihan anak, peralatan yang digunakan anak dan lingkungan tinggal anak.
Karakter yang sebaiknya dimiliki oleh seorang nanny adalah ceria, sabar dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan anak.
Pola pikir yang perlu dimiliki oleh seorang nanny adalah kemauannya untuk belajar hal baru dan beradaptasi dengan aturan baru. Karena setiap rumah pasti memiliki aturan dan cara memperlakukan anak berbeda-beda.
Selain itu, pola pikir yang perlu dicek dari si nanny adalah apa definisi seorang anak bagi si nanny. Apakah hanya sekedar seorang anak yang perlu diperhatikan kebersihannya saja ? ataukah sekedar seorang manusia yang perlu diperhatikan kesehatan dan perlu diberikan stimulasi kecerdasan ?
Nilai nilai hidup yang dianut oleh si Nanny juga perlu dicek oleh kita. Jika nanny memiliki nilai hidup : hidup ini harus dinikmati, tidak perlu lah terlalu keras bekerja, nanti bisa stres. Jika ia memiliki nilai hidup seperti ini maukah anda memintanya menjaga si kecil ?
Di RA, screening ini juga perlu kita lakukan untuk melihat apakah karakter pengasuh yang disediakan oleh RA cocok dan sejalan dengan nilai-nilai hidup kita.
Pembantu Rumah Tangga
Mempekerjakan pembantu rumah tangga untuk mengurus rumah sekaligus menjaga anak kita memiliki keuntungan sekaligus kerugian.
Keuntungan yang bisa kita peroleh adalah harga murah yang kita bayar untuk 2 pekerjaan sekaligus. Keuntungan kedua adalah jika kita mendapatkan PRT yang jempolan, bagus dalam proses berpikirnya maka anakpun akan ketularan kecerdasannya. Bagaimana jika tidak ?
Kerugiannya adalah biasanya fokus perhatian yang terpecah bisa menyebabkan PRT menggunakan cara menakut-nakuti anak agar anak mau dan menurut kepadanya sehingga PRT pun bisa mengerjakan tugas RT.
Cara mana yang paling benar ?
Tidak ada yang paling benar dalam memilihkan pengasuh yang paling cocok dengan kita. Yang ada adalah mencari model pengasuh yang tepat dengan karakter anak, karakter kita, dan situasi kita. Pilihan ada di tangan kita. Karena pengasuhan paling ideal adalah diasuh oleh ayah ibu sendiri. Nanny ataupun RA hanya lah sekedar alat untuk membantu kita. Jadi pilihlah alat yang cocok dan sesuai dengan anak dan diri Anda.
Alat bantu untuk sreening yang populer saat ini adalah graphologi, deteksi karakter manusia melalui tulisan tangannya. Ada karakter tulisan tangan tertentu yang sebaiknya dihindari ketika mempekerjakan seorang pengasuh. Untuk saat ini, Graphologi adalah cara deteksi yang paling mudah dan sudah terbukti keakuratannya dalam pekerjaan saya mendeteksi pengasuh.
Semoga apa yang sudah dijelaskan sejauh ini bermanfaat bagi Anda. Tolong beri komentar atau feedback di bawah ini, pendapat Anda tentang artikel ini dan apakah Anda ingin mendapatkan artikel lebih lanjut ttg topik ini atau topik lainnya.
Salam Hangat Penuh Cinta
Rabu, 18 Mei 2011
Riset : Ibu Bayi Kembar lebih Panjang Umur
VIVAnews - Wanita yang melahirkan dua bayi sekaligus berkaitan dengan harahttp://www.blogger.com/img/blank.gifpan hidup lebih panjang. Terlepas harus melakukan pekerjaan dua kali lipat seperti mengganti dua popok sekaligus, ibu bayi kembar cenderung memiliki fisik lebih kuat
Read More
VIVAnews - Wanita yang melahirkan dua bayi sekaligus berkaitan dengan harahttp://www.blogger.com/img/blank.gifpan hidup lebih panjang. Terlepas harus melakukan pekerjaan dua kali lipat seperti mengganti dua popok sekaligus, ibu bayi kembar cenderung memiliki fisik lebih kuat
Read More
Riset : Ibu Bayi Kembar lebih Panjang Umur
VIVAnews - Wanita yang melahirkan dua bayi sekaligus berkaitan dengan harapan hidup lebih panjang. Terlepas harus melakukan pekerjaan dua kali lipat seperti mengganti dua popok sekaligus, ibu bayi kembar cenderung memiliki fisik lebih kuat
"Melahirkan bayi kembar mengindikasikan bahwa wanita itu memiliki fisik luar biasa. (Hasil) ini di luar perkiraan kami," ujar Shannen Robson, peneliti dari University of Utah seperti dikutip dari LiveScience.
Studi yang dimuat dalam Jurnal Proceedings of the Royal Society hanya berlaku pada wanita yang memiliki bayi kembar secara alamiah. Tidak berlaku pada ibu bayi kembar dengan program bayi tabung (IVF).
Kejadian bayi kembar, menurut studi, bukanlah sebuah kebetulan reproduksi. Kelahiran kembar merupakan adaptasi evolusi, di mana ibu sehat berkesempatan mewariskan gen ganda sekaligus.
Kembar identik terjadi saat satu embrio membelah menjadi dua. Kembar fraternal terjadi saat dua telur dibuahi dua sperma dan berkembang dalam waktu bersamaan.
Jumlah kelahiran kembar terjadi sebanyak enam dari setiap 1.000 kelahiran di Asia, 10-20 dari setiap 1.000 kelahiran di Amerika Serikat dan Eropa, dan 40 dari setiap 1.000 kelahiran di Afrika.
Riset membandingkan database 58.786 wanita di Utah, Amerika Serikat. Sebanyak 4.603 wanita memiliki minimal sepasang anak kembar. Para peneliti membandingkan ibu anak kembar dengan ibu dengan satu anak untuk mencari perbedaan masa hidup, jumlah anak, waktu antara kehamilan dan panjang kesuburan, serta tindakan kesehatan yang mereka peroleh.
Hasilnya, para ibu dengan anak kembar memiliki kekuatan ganda dibanding para ibu anak tak kembar. Mereka cenderung hidup lebih lama, periode reproduksi lebih panjang, dan memiliki jarak kehamilan yang lebih cepat serta cenderung memiliki anak lebih banyak.
Alasan lain, wanita yang memiliki anak kembar cenderung memiliki pengalaman menyenangkan bersama anak-anak mereka ketimbang wanita dengan anak tunggal. (pie)
• VIVAnews
"Melahirkan bayi kembar mengindikasikan bahwa wanita itu memiliki fisik luar biasa. (Hasil) ini di luar perkiraan kami," ujar Shannen Robson, peneliti dari University of Utah seperti dikutip dari LiveScience.
Studi yang dimuat dalam Jurnal Proceedings of the Royal Society hanya berlaku pada wanita yang memiliki bayi kembar secara alamiah. Tidak berlaku pada ibu bayi kembar dengan program bayi tabung (IVF).
Kejadian bayi kembar, menurut studi, bukanlah sebuah kebetulan reproduksi. Kelahiran kembar merupakan adaptasi evolusi, di mana ibu sehat berkesempatan mewariskan gen ganda sekaligus.
Kembar identik terjadi saat satu embrio membelah menjadi dua. Kembar fraternal terjadi saat dua telur dibuahi dua sperma dan berkembang dalam waktu bersamaan.
Jumlah kelahiran kembar terjadi sebanyak enam dari setiap 1.000 kelahiran di Asia, 10-20 dari setiap 1.000 kelahiran di Amerika Serikat dan Eropa, dan 40 dari setiap 1.000 kelahiran di Afrika.
Riset membandingkan database 58.786 wanita di Utah, Amerika Serikat. Sebanyak 4.603 wanita memiliki minimal sepasang anak kembar. Para peneliti membandingkan ibu anak kembar dengan ibu dengan satu anak untuk mencari perbedaan masa hidup, jumlah anak, waktu antara kehamilan dan panjang kesuburan, serta tindakan kesehatan yang mereka peroleh.
Hasilnya, para ibu dengan anak kembar memiliki kekuatan ganda dibanding para ibu anak tak kembar. Mereka cenderung hidup lebih lama, periode reproduksi lebih panjang, dan memiliki jarak kehamilan yang lebih cepat serta cenderung memiliki anak lebih banyak.
Alasan lain, wanita yang memiliki anak kembar cenderung memiliki pengalaman menyenangkan bersama anak-anak mereka ketimbang wanita dengan anak tunggal. (pie)
• VIVAnews
Minggu, 01 Mei 2011
Info PSB

Al hamdulillah PSB KB-TK Integral Yaa Bunayya Surakarta telah terlaksana dan berjalan dengan baik. Untuk kuota TK saat ini telah terpenuhi, yaitu sebanyak 58 anak dan KB 10 anak. untuk pendaftaran TK saat ini telah di namun untuk KB masih menerima 5 siswa/i lagi.
Wawancara calon siswa/i dan orangtua telah dilakukan pada tanggal 16 dan 23 April 2011, dari hasil wawancara tersebut yang menyatakan siap mempercayakan anaknya untuk didik di KB-TK Integral Yaa Bunayya Surakarta sebanyak 68 anak. selanjutnya, daftar ulang mulai tanggal 2 s/d 7 Mei 2011, pembayaran administrasi pendidikan dapat diangsur 3x yaitu, Mei, Juli, Agustus 2011 sesuai dengan kesepakatan dalam wawancara orang tua dengan Yayasan Al-Kahfi Hidayatullah Surakarta. Sementara itu orientasi Orangtua/wali murid akan dilaksanakan pada tanggal 2 Juli 2011 bertempat di KB-TK Yaa Bunayya Surakarta dimulai pulul 08.00 s/d 15.00. Wajib bagi setiap orangtua/wali khususnya ibu untuk hadir pada acara orientasi tersebut.
Minggu, 03 April 2011
Tips Mendidik Anak
Tips bagi para orang tua agar dapat membimbing anak-anaknya yang cerdas.
1. Amati dan pahami kelebihan dan kekurangan anak. Anak yang cerdas sekalipun, tidak berarti dia menguasai semua bidang. Sebagai manusia dia juga tetap memiliki kekurangan. Berikan tuntunan yang realistis dan sesuai dengan kemampuan atau potensi yang dimilikinya. Memaksakan anak untuk menguasai sesuatu yang tidak sesuai dengan potensi yang dimilikinya atau yang bukan minatnya hanya akan membuat anak tertekan.
2. Ada baiknya para orang tua bersama-sama ahli mencari tahu dengan jelas potensi-potensi apa yang dimiliki anak dan mendiskusikan program apa yang baik diberikan kepada anak, sekolah apa yang baik untuk anak, dan pada tingkat mana pelajaran harus diberikan kepada anak.
3. Berikan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan minat anak. Sediakan sarana atau lingkungan yang memungkinkan anak untuk dapat mengembangkan potensinya.
4. Sering-seringlah mengajak anak berialog. Beri anak kesempatan untuk mengemukakan pendapat atau keinginannya. Beri anak kebebasan untuk berfikir dengan cara yang berbeda dengan kita karena akan-anak yang cerdas biasanya memiliki minat yang luas dan memiliki banyak topik pembicaraan yang ingin di sampaikan.
5. Simaklah apa yang diceritakan oleh anak dan jawablah pertanyaan anak dengan tepat, sabar, dan bijak. Jangan matikan rasa ingin tahu dan kreativitas anak dengan ketidak pedulian atau jawaban asal-asalan. Alangkah baiknya jika dalam menjawab pertanyaan anak, kita juga mengarahkan anak untuk bersama-sama menemukan jawabannya melalui buku, koran, dan sebagainya sehingga anak juga terlatih untuk berfikir dan berusaha aktif dalam menemukan solusi.
6. Memberikan pembinaan mental. Anak cerdas bukan berarti anak yang serba tahu bagaimana harus bertingkah laku. Seperti anak-anak yang lain, anak yang cerdas juga harus diarahkan untuk mengenal disiplin, tanggung jawab, dan memiliki keterikatan yang kuat pada tugas yang sedang dihadapinya.
7. Diperlukan kreativitas orang tua atau guru dalam membimbing anak-anak yang cerdas agar terhindar dari problem psikologis akibat kecerdasan yang dimilikinya seperti masalah sulit beradaptasi, stress, suka mengganggu teman, atau membuat keonaran karena merasa bosan dengan pelajaran di sekolah.
8. Jangan menganakemaskan anak cerdas dibadingkan dengan saudara-saudaranya yang kurang cerdas. Hal itu membuatnya menjadi anak yang egois, manja dan berbuat semaunya.
9. Ciptakan suasana rumah yang penuh kedamaian, rasa cinta dan saling menghormati karena hal itu akan mendukung tercapainya aktualisasi kecerdasan yang di miliki anak terutama untuk perkembangan bahasa, pikiran, emosi dan kesempatan sosialnya.
10. Beri anak kesempatan untuk bermain dan bergaul dengan teman-temannya. Jangan memaksa anak untuk ikut banyak les yang menghabiskan waktu bermainnya. Jangan memaksa anak untuk lebih dini dan lebih cepatdalam menyelesaikan kurikulum di sekolah. Biarkan anak tumbuh dan berkembang sesuai usianya.
11. Ciptakan pola pengasuhan yang bersifat Authoritatif (berwibawa). Berikanlah pengertian kepada anak tentang alasan sari aturan atau perintah yang diberikan dan bersikaplah terbuka terhadap kenginan anak. Namun, tetap berikan batasan-batasan agar anak tetap ada di jalur yang tepat.
Jumat, 21 Januari 2011
Membaca Yuk.....!!!
Pagi masih terasa dingin, matahari pun baru saja menampakkan dirinya di timur. serombongan anak kecil dengan tas punggung yang mungil menghias pagi itu.
"kamu nanti mau baca buku apa?" seru teman yang baru saja datang
"buku tentang hewan, aku senang Dinosaurus" tukasnya
"aku mau baca buku tentang tumbuhan"
"mari kita simpan sepatu kita dengan rapi" ajaknya
gerbang sekolah telah di buka, senyum,salam,sapa ustadzah menghiasi pagi itu menyambut setiap anak dengan cerah dan bahagia, bagai menerima calon raja masa depan.
"hai..teman-teman itu Us Oki sudah datang"
salah satu anak menyambut kedatangan ustadazah yang sendari tadi menunggu di pintu masuk dengan berderai air mata sambil ditemani sang ayah yang setia menunggu anak gadis ciliknya sebelum meluncur ketempat kerja.
"Bapak tinggal dulu ya..nak.." dengan ciuman mesra dan sayang sang Ayah tercinta
"jaga tangan, jaga kaki, sayang sama teman dan hormat pada guru" pesan sang Ayah dengan teraturnya dan sianak mendengarnya dengan seksama, walau kata-kata itu telah di hapalnya diluar kepala.
Kegiatan pagi itu berjalan seperti biasanya. Masuk kelas, berdoa, mengulang hafalan dan juga kegiatan rutin lainnya.
kegiatan akan lain dari biasanya bila melihat di depan kelas, terlihat kesibukan beberapa asatidzah mengangkat, mengatur tata letak meja dan buku-buku. sebagain buku adalah buku yang baru, bahkan wanginya kertas masih tercium dari 3 meter.
Tiba-tiba terdengar bunyi micropon lengkap dengan dengung khas sound system yang tak asing lagi ditelinga anak.
"Assalamu 'alaikum warohmatullahi wabarokatuh" Usth. Muthi' dengan lantang namun lembut mengucap salam di depan anak-anak KB-TK Integral Yaa Bunayya. jawaban salam dari anak terdengar riuh dan teratur menandakan mereka siap mencaplok apa saja yang ada di depan mereka.
"pagi ini kita melihat ada yang beda di depan kita semua, apa anak-anak...???"
"Bukuuuuuu....Uss"
"Ya..Benar, buku yang akan menghantar kita ke dunia, berkeliling dan mendapati hal-hal yang baru..." panjang dan jelas penerangan dan mekanisme pengambilan serta pengembalian buku nantinya.
anak-anak KB-TK Integral Yaa Bunayya terlihat sudah tidak sabar, ada sebagian anak berbisik dan juga saling tuding dengan temannya. terlihat wajah ceria dan bangga mendapati suasana yang berbeda dari biasanya itu.
setelah di buka acara pengambilan terlihat sekali antusiasme mereka terhadap buku, mereka memilih buku-buku yang di sukai, menukar buku dengan buku lain atau saling bercerita dengan temannya mengenai bahan bacaan yang sedang di bacanya, tapi ada juga yang serius seolah seorang pemikir atau ilmuan yang sedang di kejar deadline disertasinya untuk di presentasikan. di depan kelas, pojok, area pasir dan tempat lainya penuh dengan anak yang sedang asyik membaca, tak peduli dengan ramainya suara teman yang mengomentari bacaannya atau suara alunan lagu anak won-won dari pengeras suara.
Acara ini di gelar dalam rangka menumbuh kembangkan minat baca anak sejak dini, cinta akan buku dan ilmu yang telah maju, belajar menyerap ilmu melalui membaca, diskusi atau pengamatan. kegiatan ini kedepan akan rutin di gelar walau di kelas-kelas mereka buku bukan barang asing lagi. karena perpustakaan kelas sudah dicanangkan sehingga buku menjadi barang yang wajib bagi setiap kelas untuk diadakan. perpustakaan merupakan jantung pendidikan, kwalitas sebuah lembaga pendidikan bisa dilihat dari perpustakaannya.
"Us.Oki Bacakan dong"
"Ya... sabar ya, gantian dengan temannya"
Langganan:
Postingan (Atom)