.:Jl. Lingkar Utara KM.5 Mojosongo, Jebres Surakarta 57127 Tlp. 085100070960:.

Rabu, 03 Agustus 2011

Pengasuhan Anak

5
May
Mana Model Pengasuhan Sementara yang Cocok untuk Ibu Bekerja ?

Posted by Sandra M.,MPsi,Psikolog

Dunia ini memang sudah sangat berubah, jika dibandingkan dengan keadaan 15 tahun yang lalu. Peran pencari nafkah saat ini, tidak lagi diemban oleh ayah seorang saja. Ibu pun sudah harus ikut turun gunung agar asap dapur tetap mengepul dan gaya hidup bisa terakomodasi. Penghasilan dari 1 pintu saja, tidak cukup untuk digunakan di jaman sekarang.

Konsekuensi dari perubahan ini paling berdampak pada kehidupan anak. Anak tidak lagi sering bertemu dengan ayah ibunya. Ia lebih sering bergaul dengan pengasuh, nanny, ataupun baby sitternya dibandingkan dengan kita. Bahkan tak jarang, pertemuan keluarga inti yang lengkap, hanya bisa dilakukan di hari sabtu minggu. Itupun jika tidak ada perjanjian bisnis mendadak atau panggilan bos di hari libur. Ironis bukan ?

Ya…. Ada sisi baiknya sich dari perubahan fenomena ini yaitu munculnya lapangan kerja baru bagi para pengasuh anak. Jadi tidak perlu ke luar negeri menjadi TKI/TKW, cukup di dalam negeri mengasuh (dan kalau bisa mendidik) anak bangsa penentu masa depan negara ini. Atau munculnya Rumah Anak/Tempat Penitipan Anak.

Nah… permasalahan yang sering muncul dalam pengasuhan modern ini adalah memilih pengasuh yang cocok dan top ! Ketepatan dalam memilih pengasuh akan sangat membantu anak mengembangkan dirinya agar berkembang optimal. Kesalahan memilih pengasuh, tentu saja akan berdampak pada masa depan anak.

Contoh nyata (dan memang benaran terjadi !) mengenai kesalahan dalam memilih pengasuh terjadi pada Raja Inggris, George VI, ayah dari ratu Elizabeth II sekarang. “Lo kok bisa ? itu kan raja. Bisa juga ya salah memilih pengasuh.”

Yup. Nanny (panggilan pengasuh di Inggris) yang dipilih untuk mengasuh Raja George VI bukan nanny yang peduli ataupun berkarakter nurturing. Ia bertipe nanny yang keras dan tidak memahami kebutuhan anak. Akibat dari kesalahan dalam memperlakukan George kecil, George tumbuh dewasa dengan mengidap penyakit stutering/gagap. Gangguan bicara ini harus diidap oleh George hingga ia dewasa bahkan ketika ia dilantik menjadi raja. Demikian dahsyatnya kesalahan pengasuhan di masa kecil yang berdampak pada keseluruhan hidup seorang anak.

Pada dasarnya, pengasuh dan anak merupakan 2 hal yang tidak dapat dipisahkan. Karena keterbatasan seorang anak maka ia membutuhkan orang dewasa untuk mendampinginya sebelum ia menginjak dunia dewasa itu sendiri. Siapapun pengasuhnya, bisa anda sendiri sebagai orangtua maupun seseorang profesional yang anda bayar karena anda tidak memiliki waktu untuk mengasuh, anda perlu cermat dalam mengenali karakteristik yang sesuai.

Anak dan pengasuhnya itu dapat diibaratkan penari balet berpasangan yang biasa disebut pas de deux. Penari wanita dapat menari dengan bebas, melompat kesana kemari dan berputar ke kanan kiri, hal ini karena kerjasama yang jempolan dengan penari prianya. Coba anda bayangkan jika penari pria tidak memiliki karakter penari balet yang baik yaitu kemampuan menari, kemampuan untuk membaca timing (waktu) kapan si penari wanita akan meloncat, dan kemampuan fisik untuk mengangkat tubuh si penari wanita. tentu penari wanita akan mengalami kesulitan untuk mengekspresikan tariannya.

Pengasuh itu sama seperti penari pria, ia harus mampu menopang penari wanita tapi juga perlu menjaga keharmonisan gerakannya agar dapat memperindah tarian itu.

Jadi… pengasuh seperti apa yang akan Anda pilih untuk menemani buah hati Anda sepanjang hari ?

Saat ini, pilihan pengasuh sudah beragam. Kita bisa memilih memasukkan anak di sebuah Tempat Penitipan Anak (TPA), membayar nanny profesional, baby sitter part time, atau pembantu rumah tangga.

Rumah Anak

Dalam artikel ini, saya lebih sreg menggunakan istilah Rumah Anak dibandingkan dengan Tempat Penitipan Anak karena penggunaan kata titip berkesan seperti barang.

Jadi poin utama untuk memilih RA yang baik adalah apakah mereka memperlakukan anak-anak disana sebagai seorang individu atau sebagai barang yang sekedar dititipkan. Cari tahu mengenai masalah ini dengan melihat program yang ditawarkan oleh mereka. Jangan tergiur dengan fasilitas yang disediakan karena fasilitas tidak menjamin perlakuan terhadap anak.

Anak-anak itu sangat sederhana (kalau memang tidak dibiasakan bermain dengan barang elektronik). Mainan apapun bisa menjadi mainan bagi mereka. Bahkan bawang merah ataupun peralatan dapur sudah bisa menjadi mainan bagi anak usia toddler (1.5-3 tahun).

Perlakuan apa yang perlu kita cek ?

Karakter pengasuh/nanny : ramahkah ia ? Strategi apa yang telah ia siapkan untuk menghadapi perilaku rewel anak ?
Person in charge/penanggung jawab tempat
Program kegiatan harian anak.
Kebersihan tempat.
Penanganan emergency

Keunggulan dari RA ini adalah adanya sistem pengawasan dari Penanggung jawab sehingga kesalahan bisa segera dibetulkan. Anak pun bisa enjoy karena banyak teman dan permainan.

Nanny Profesional vs Baby Sitter Part Time

Di Indonesia terjadi kesalahan penggunaan istilah pengasuh ini. Istilah baby sitter lebih banyak digunakan untuk menjelaskan pengasuh yang seharian menjaga dan merawat anak. Padahal pada kenyataannya, istilah yang tepat untuk pengasuh, penjaga dan perawat anak yang bertanggung jawab pada kegiatan sehari-hari anak adalah nanny. Sedangkan baby sitter merupakan pengasuh anak yang hanya bekerja menjaga dan merawat anak beberapa jam sehari sesuai perjanjian dan kebutuhan. Karena bertugas menjaga hanya beberapa jam, biasanya bisa menggunakan tenaga remaja ataupun mahasiswi.

Untuk nanny, biasanya telah memiliki bekal keterampilan mengasuh anak. Yang kurang dicermati adalah kesehatan, karakter dan pola pikir dari nanny. 2 hal ini biasanya luput dari perhatian orangtua ketika menscrening seorang nanny.

Kesehatan disini menyangkut kesehatan fisik dan kesehatan mental. Pengetahuannya mengenai kebersihan anak, kesehatan anak dan kemampuannya untuk menjaga kebersihan anak, peralatan yang digunakan anak dan lingkungan tinggal anak.

Karakter yang sebaiknya dimiliki oleh seorang nanny adalah ceria, sabar dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan anak.

Pola pikir yang perlu dimiliki oleh seorang nanny adalah kemauannya untuk belajar hal baru dan beradaptasi dengan aturan baru. Karena setiap rumah pasti memiliki aturan dan cara memperlakukan anak berbeda-beda.

Selain itu, pola pikir yang perlu dicek dari si nanny adalah apa definisi seorang anak bagi si nanny. Apakah hanya sekedar seorang anak yang perlu diperhatikan kebersihannya saja ? ataukah sekedar seorang manusia yang perlu diperhatikan kesehatan dan perlu diberikan stimulasi kecerdasan ?

Nilai nilai hidup yang dianut oleh si Nanny juga perlu dicek oleh kita. Jika nanny memiliki nilai hidup : hidup ini harus dinikmati, tidak perlu lah terlalu keras bekerja, nanti bisa stres. Jika ia memiliki nilai hidup seperti ini maukah anda memintanya menjaga si kecil ?

Di RA, screening ini juga perlu kita lakukan untuk melihat apakah karakter pengasuh yang disediakan oleh RA cocok dan sejalan dengan nilai-nilai hidup kita.

Pembantu Rumah Tangga

Mempekerjakan pembantu rumah tangga untuk mengurus rumah sekaligus menjaga anak kita memiliki keuntungan sekaligus kerugian.

Keuntungan yang bisa kita peroleh adalah harga murah yang kita bayar untuk 2 pekerjaan sekaligus. Keuntungan kedua adalah jika kita mendapatkan PRT yang jempolan, bagus dalam proses berpikirnya maka anakpun akan ketularan kecerdasannya. Bagaimana jika tidak ?

Kerugiannya adalah biasanya fokus perhatian yang terpecah bisa menyebabkan PRT menggunakan cara menakut-nakuti anak agar anak mau dan menurut kepadanya sehingga PRT pun bisa mengerjakan tugas RT.

Cara mana yang paling benar ?

Tidak ada yang paling benar dalam memilihkan pengasuh yang paling cocok dengan kita. Yang ada adalah mencari model pengasuh yang tepat dengan karakter anak, karakter kita, dan situasi kita. Pilihan ada di tangan kita. Karena pengasuhan paling ideal adalah diasuh oleh ayah ibu sendiri. Nanny ataupun RA hanya lah sekedar alat untuk membantu kita. Jadi pilihlah alat yang cocok dan sesuai dengan anak dan diri Anda.

Alat bantu untuk sreening yang populer saat ini adalah graphologi, deteksi karakter manusia melalui tulisan tangannya. Ada karakter tulisan tangan tertentu yang sebaiknya dihindari ketika mempekerjakan seorang pengasuh. Untuk saat ini, Graphologi adalah cara deteksi yang paling mudah dan sudah terbukti keakuratannya dalam pekerjaan saya mendeteksi pengasuh.

Semoga apa yang sudah dijelaskan sejauh ini bermanfaat bagi Anda. Tolong beri komentar atau feedback di bawah ini, pendapat Anda tentang artikel ini dan apakah Anda ingin mendapatkan artikel lebih lanjut ttg topik ini atau topik lainnya.

Salam Hangat Penuh Cinta