Berikut ini ada tips memilih sekolah TK dan Kelompok Bermain (KB)
Memilih sekolah untuk anak yang akan memasuki usia Taman Kanak-Kanak dan Kelompok Bermain adalah sesuatu yang gampang-gampang susah. Cocok untuk orang tua belum tentu pas untuk anak, begitu pula sebaliknya. Maka dari itu kita perlu banyak mencari informasi agar tidak menyesal memilih sekolah untuk anak. Kali ini kami akan berbagi 11 tips memilih sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB).
1. Lihat siapa guru
atau Ustadzahnya
Loving and energetic teacher adalah hal
yang mutlak dalam memilih dan menentukkan sekolah untuk anak, lihatlah
siapa gurunya. Guru adalah seseorang yang akan mempengaruhi perkembangan
anak selama di sekolah. Lakukan riset dan amati calon guru dimana anak
akan bersekolah. Guru yang memiliki cinta yang besar, kelembutan
dan kesabaran akan lebih diterima dan cepat akrab dengan anak-anak. Karena guru
adalah sosok yang dominan, bahkan kata-katanya dan nasehatnya didengar dan
dipatuhi. Guru yang seperti ini membuat anak merasa betah di sekolah dan
tidak merasa takut dengan gurunya.
2. Lokasi sekolah
Lokasi sekolah adalah hal yang juga menjadi perhatian. Bagaimanapun bagusnya sekolah tetapi jika lokasinya terlalu jauh, juga tidak terlalu bagus untuk anak yang baru memasuki Taman Kanak-kanak atau Kelompok Bermain /Playgroup. Lokasi yang terlalu jauh membuat anak capek sebelum sampai ke sekolah. Dan mungkin anak akan sering terlambat datang ke sekolah karena terjebak macet. Jika anak memiliki kesehatan yang kurang baik pilihlah lokasi yang dekat dengan rumah dan tidak terlalu jauh dari rumah.
2. Lokasi sekolah
Lokasi sekolah adalah hal yang juga menjadi perhatian. Bagaimanapun bagusnya sekolah tetapi jika lokasinya terlalu jauh, juga tidak terlalu bagus untuk anak yang baru memasuki Taman Kanak-kanak atau Kelompok Bermain /Playgroup. Lokasi yang terlalu jauh membuat anak capek sebelum sampai ke sekolah. Dan mungkin anak akan sering terlambat datang ke sekolah karena terjebak macet. Jika anak memiliki kesehatan yang kurang baik pilihlah lokasi yang dekat dengan rumah dan tidak terlalu jauh dari rumah.
3. Kurikulum
sekolah dan metode pembelajaran
Setiap sekolah mempunyai kurikulum dan
metode pembelajaran yang berbeda- beda, contohnya ada sekolah yang
menerapkan kurikulum jiwa enterpreneur pada anak yang diaplikasikan dalam
metode pembelajarannya. Pilihlah sekolah dengan kurikulum yang sesuai
kebutuhan anak dan kemampuan anak. Banyak sekolah yang menerapkan yang
kurikulum internasional dan kurikulum nasional. Semua harus disesuaikan
dengan kemampuan anak, yang terpenting adalah anak nyaman dan menyukainya.
4. Sesuai dengan keuangan
4. Sesuai dengan keuangan
Pilihlah
sekolah yang sesuai dengan kemampuan keuangan anda. Jangan terlalu memaksa
memasukan anak ke sekolah yang mahal, sehingga anda kesulitan dalam
membayar iuran bulanannya. Meskipun memasukkan anak ke sekolah yang mahal
bukanlah larangan tetapi jangan berpikiran dengan bersekolah yang mahal
dapat menjamin anak akan pintar. Selain itu jika ternyata sekolah yang mahal
tersebut jaraknya terlalu maka anda akan mengeluarkan biaya tambahan lagi.
5. Perhatikan jumlah murid dan guru
Jumlah murid dengan guru di dalam kelas
adalah hal penting yang juga harus diperhatikan. Pastikan jumlah siswa
dalam kelas tidak terlalu banyak, jika terlalu banyak guru tidak maksimal
memperhatikan siswanya satu persatu, apalagi untuk TK dan PG (Playgroup)
yang masih memerlukan banyak perhatian. Jumlah siswa dalam kelas maksimal 15
anak dengan guru 2 orang.
6. Perhatikan
lingkungan sekolah
Memilih sekolah yang aman dan nyaman bagi
anak Anda dengan memperhatikan lingkungan sekitar sekolah adalah hal-hal
yang harus diperhatikan dalam memilih sekolah untuk anak. Perhatikan
lingkungan sekolah apakah aman dan kondusif untuk anak, seperti tidak
terlalu dekat dengan jalan raya, tidak banyak orang yang berjualan makanan
atau mainan di sekitar sekolah, area bermain yang aman dll. Lingkungan
yang aman dan tidak membahayakan akan membuat kita merasa tenang
meninggalkan anak di sekolah.
7. Basis (dasar)
sekolah
Kita bebas memilih sekolah untuk anak
dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Ada orang tua yang memilih
sekolah berbasis agama untuk anaknya karena mengutamakan agama, ahlak. Ada
orang tua yang memilih sekolah bertaraf internasional untuk anak, karena
ingin anak mereka menjadi anak yang pintar. Atau memilih sekolah yang
biasa-biasa saja untuk anak. Semua kembali pada kita, tapi pastikan yang
terbaik untuk anak, anak bagaikan lembaran kertas putih yang siap diberi
warna yang beragam sehingga menjadi lukisan yang indah. Bekali anak dengan
cinta kepada Allah,Rasulullah, kepada orangtua, guru, saudara dan
teman-temannya yang didapat dari rumah dan sekolahnya. Agar kelak anak
tumbuh menjadi pribadi yang taat beragama, berakhlak baik, memiliki
pengetahuan dan siap menghadapi hidup.
8. Cari minat dan
bakat anak
Setiap anak adalah unik, bahkan ada anak
yang sejak kecil memiliki bakat dan minat tertentu, seperti berbakat dalam
menggambar dll. Sebagai orangtua tidak ada salahnya untuk memberi
fasilitas agar bakat dan minatnya dapat tersalur dan tidak patah ditengah
jalan, contohnya dengan memasukkan anak ke sekolah dengan kurikulum
menggambar lebih banyak. Banyak sekolah yang mendukung bakat dan minat
anak dengan kurikulum yang disesuaikan dengan bakat dan minat anak.
9. Kegiatan Pendukung
Kegiatan ekstra kurikuler adalah hal
penting yang juga harus diperhatikan dalam memilih sekolah untuk anak. Kegiatan
pendukung bukan hanya menarik tapi juga merujuk pada perkembangan dan kebutuhan
anak. kegiatan yang beragam dan menarik akan membangkitkan daya
kreatifitas anak. Banyak kegiatan yang sebenarnya bagi anak tidak dibutuhkan
seperti drumband, drama, Lomba-lomba. Justru mereka butuhkan adalah membaca al
qur’an, belajar sopan santun (akhlaq mahmudah).
10. Berkunjung
Kesekolah
Sekarang ini banyak
sekolah-sekolah yang memberikan kesempatan try out atau mencoba merasakan
bersekolah di sekolah tersebut dengan batas waktu yang telah ditentukan,
misal selama 3 hari atau seminggu dan biasanya orang tua (ibu) dibolehkan
masuk kelas untuk mendampingi anak, tanpa diharuskan bersekolah di sekolah
tersebut. Gunakanlah kesempatan dan fasilitas tersebut. Semakin banyak
berkunjung dan mencoba akan semakin baik kemudian tanyakan pada anak
sekolah mana yang ia senangi.
11. Konsultasi dan Do’a
Konsultasi yang
paling dekat adalah dengan pasangan kita atau keluarga. Kegiatan ini sangat
penting karena keputusan hari ini menentukan nasib anak kita dimasa yang akan datang,
penyesalan tidak dapat dihindari bila kita salah dalam membuat keputusan. Kedua,
dengan para guru yang mengajar di sekolah tersebut. Baik mengenai system di sekolah
maupun permasalahan anak yang akan dimasukan ke sekolah tersebut. Do’a dan
sholat istikhoroh perlu dilakukan, dengan memohon kepada Allah sebagai pemilik
jiwa-jiwa makhluk Allah akan menunjukkan yang terbaik kepada kita dan penerus
kita.
Semoga Bermanfaat.